TASIKMALAYA, OnNewsOne.com – Puluhan warga di Desa Kamulyan dan Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, dilaporkan terserang penyakit dengan gejala demam tinggi, pusing, serta nyeri otot. Hingga kini, penyebab pasti penyakit tersebut belum teridentifikasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya pun langsung bergerak untuk menyelidiki fenomena ini, termasuk melakukan rapid test kepada sejumlah warga.
“Kami menurunkan tim surveilans sejak mendapat laporan awal. Hari ini, sebanyak 25 sampel rapid test sudah diambil dari warga untuk mengidentifikasi penyakit ini,” ujar Rina Parina, Koordinator Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (22/1/2025).
Rina menyampaikan bahwa hasil sementara rapid test menunjukkan temuan yang beragam. Dua orang dinyatakan negatif chikungunya, sementara satu warga positif. Namun, kondisi medis lain mungkin memengaruhi hasil pemeriksaan.
“Yang dua negatif, bisa jadi karena pasien sebelumnya sudah minum obat, sehingga hasil rapid test menunjukkan negatif,” jelas Rina.
Dinkes juga menyiapkan opsi untuk melakukan tes PCR apabila mayoritas hasil rapid test menunjukkan negatif chikungunya. Langkah ini diambil untuk memastikan penyebab penyakit secara lebih akurat.
“Jika banyak hasil rapid test yang negatif, kami akan lanjutkan dengan tes PCR,” tambahnya.
Selain menangani pasien di fasilitas kesehatan, tim dari Puskesmas Manonjaya juga aktif mendatangi warga langsung di lapangan untuk memberikan perawatan dan melakukan pengawasan.
“Kami terus melakukan rapid test, memantau perkembangan kasus ini, dan memberikan pengobatan kepada warga yang sakit,” ujar Kepala Puskesmas Manonjaya, Mia Shopia.
Meski begitu, Mia menegaskan bahwa penyakit ini belum bisa dikategorikan sebagai “penyakit misterius.” Berdasarkan gejala yang muncul, ia menduga warga hanya mengalami flu berat yang mirip dengan gejala chikungunya.
“Ini bukan penyakit misterius. Gejala seperti ini bisa juga karena flu berat,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama memberantas sarang nyamuk yang berpotensi menjadi media penyebaran penyakit. Edukasi tentang pentingnya hidup sehat terus dilakukan guna mencegah kasus serupa terjadi kembali.
Penelusuran lebih lanjut oleh Dinkes masih terus berlangsung. Hasil pemeriksaan lengkap diharapkan dapat segera keluar untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah penanganan yang lebih efektif.









