Berita

Ratusan Mahasiswa Tasikmalaya Berunjuk Rasa,Meminta Petinggi Pertamina dan Kt DPRD Kota Tasikmalaya Salurkan Aspirasi

TASIKMALAYA Jawa Barat,OnNewsone.com – Reaksi penolakan atas naiknya BBM non subsidi menggema dihampir tiap daerah termasuk di Kota Tasikmalaya. Masa aksi  tergabung dalam Cipayung plus Tasikmalaya  yang terdiri dari HMI, PMII, KAMMI, IMM, Hima Persis, Tasikraya, Sapma Pemuda Pancasila dan lain sebagainya ini  berjumlah ratusan orang mendatangi fuel terminal PT Pertamina Persero  di jl.Garuda Kecamatan Tawang kota Tasikmalaya.

Di depan gerbang PT Pertamina masa aksi sempat bersitegang sebelum akhirnya mereda setelah perwakilan dari Pertamina hadir menemui masa aksi.

BERGERAK KE GEDUNG DPRD

Selanjutnya masa aksi bergerak menuju gedung DPRD kota Tasikmalaya dengan pengawalan ketat anggota kepolisian dan TNI, sepanjang jalan mereka meneriakan yel-yel dan menyebut bahwa kebijakan menaikan BBM non subsidi ini sangat merugikan dan tidak berpihak ke rakyat.

Setiba di depan gedung DPRD situasi sempat memanas juga, membakar ban bekas dan saling dorong dengan petugas keamanan namun akhirnya mereda setelah  ketua DPRD dan beberapa orang anggota DPRD menemui pendemo, walau perjalanannya alot,namun akhirnya bisa berdiskusi sambil duduk lesehan dilokasi.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan masa aksi diantaranya mendesak pemerintah memperkuat sektor produktif seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan dan UMKM, memperbaiki tata kelola subsidi energi agar tepat sasaran, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan efisiensi belanja negara, memperluas partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan ekonomi, hingga memperkuat pemberantasan korupsi.

“Kami akan menyampaikan aspirasi ini, dan surat tuntutan ini akan kami ganti dengan kop DPRD dan langsung kami kirim ke DPR RI,” ujar Wahid wk kt DPRD kota Tasikmalaya.

“Iya dan Kamipun masyarakat dan mahasiswa akan terus mengawal hasil pernyataan sikap DPRD agar sampai ke DPR RI dan menjadi bahan perubahan kebijakan nasional,” tutup Koordinator Lapangan, Encep Gunawan Ridwan kepada wartawan.

(Hadam)