Berita

Masyarakat Resah,di Duga Gas Elpiji 3kg Dimodifikasi Oknum.

TASIKMALAYA Jawa Barat,OnNewsone.com – Masyarakat bawah mengeluh tentang harga gas elpiji 3kg melambung tinggi dan isinya menyusut dari takaran biasanya.

Persoalan ini serius dan sangat meresahkan masyarakat, hingga Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya hendak menyampaikannya dalam forum audiensi bersama komisi II DPRD kota Tasikmalaya pada hari Senin (29/6/2026)

Namun audiensi tersebut batal dilaksanakan karena menurut Ketua Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya, Muhamad Santriana Ilham, pihak Hiswana Migas tidak hadir alias mangkir.

“Hiswana Migas tidak hadir, audiensi akan dijadwalkan kembali agar persoalan ini bisa dibahas bersama seluruh pihak yang berwenang,” ucapnya.

Ketua Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya, Muhamad Santriana Ilham merinci kejanggalan yang ditemukannya di lapangan yaitu tabung gas tersebut ditambahi plat besi tambahan

“Modifikasi ini diduga kuat sengaja dilakukan untuk memanipulasi berat kosong tabung saat ditimbang. Dari hasil pengamatan, berat tabung kosong kini sangat bervariasi, mulai dari 7,4 kilogram hingga 7,6 kilogram”

Tak hanya disitu, kata ketua Serikat Pemuda Kota Tssikmalsya, pihaknya juga mengendus adanya kelebihan pasokan tabung melon di beberapa pangkalan hingga memicu kecurigaan adanya praktik ilegal yaitu penyelewengan distribusi. Termasuk potensi pengoplosan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi.

Masalah lain yang sedang mereka soroti adalah maraknya perbedaan kode warna dan identitas tabung lintas wilayah, yang menandakan lemahnya pengawasan barang bersubsidi.

“Memang dugaan tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui pemeriksaan menyeluruh oleh pihak yang berwenang”

Saat dalam perbincangan tersebut hadir Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Tjahja Wandawa dan seorang anggota komisi II Ustadz Ishak.

Tjahja Wandawa mewakili komisi II menyatakan kesiapannya untuk mengawal kasus ini. Namun beliau menyarankan agar  pihak pelapor memperkuat laporannya dengan data pendukung yang valid. Mulai dari bukti fisik tabung di modifikasi hingga sampel disparitas harga di pasar.

Menurut Tjahja tidak menutup kemungkinan terkait  selisih harga elpiji 3 kilogram yang terlampau tinggi di tingkat konsumen akan menjadi celah terjadinya penyelewengan yang sengaja dilarikan ke daerah lain, atau disalahgunakan para oknum.

Dalam perbincangan penutup,  komisi II menyebut  secepatnya akan mengagendakan ulang audiensi dengan mengundang formasi lengkap.

(Hadam)