Berita

Program Makan Bergizi Gratis Disorot, Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerataan

NASIONAL, OnNewsOne.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf atas belum meratanya implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak di Indonesia. Program besar ini membutuhkan waktu dan proses administratif untuk direalisasikan secara menyeluruh.

“Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, saya minta maaf kepada seluruh orang tua dan anak-anak yang belum menerima,” ujar Presiden saat meresmikan proyek ketenagalistrikan di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).

Presiden menegaskan bahwa MBG akan menjadi prioritas utama, dengan target seluruh anak Indonesia dapat merasakan manfaatnya pada akhir 2025.

“Saya yakini bahwa tahun 2025, akhir 2025, semua anak Indonesia akan dapat makan bergizi,” kata Prabowo.

Presiden juga memberikan saran kepada masyarakat yang tidak ingin menyantap menu MBG untuk menyerahkannya kepada pihak yang lebih membutuhkan.

“Yang enggak mau makan ya enggak apa-apa, kasih ke yang perlu,” ujarnya.

 

Kritik dan Harapan untuk Pemerataan

Program MBG yang sebelumnya diluncurkan melalui Forkopimda Kota Tasikmalaya mendapat perhatian publik. Pada pelaksanaan awal di SMPN 2 Kota Tasikmalaya, sebanyak 1.056 siswa menerima paket makanan bergizi berupa daging ayam, sayur, tempe, dan buah jeruk. Hingga kini, program telah menjangkau 2.999 siswa dari jenjang TK hingga SMA.

Meski mendapat apresiasi, pengamat hukum dan sosial Kota Tasikmalaya, Ir. Taufiq Rahman, S.H., M.H., CPCLE, menyoroti pentingnya pemerataan akses, terutama bagi anak-anak yang tidak bersekolah.

“Saya akui program ini bagus untuk mengatasi stunting pada pelajar. Namun, bagaimana dengan anak-anak yang tidak bersekolah? Mereka juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan asupan bergizi,” ungkap Taufiq, Minggu (19/1/2025).

Ia menekankan bahwa hak atas gizi yang layak dijamin dalam UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Konvensi Hak Anak PBB juga menegaskan akses yang setara bagi semua anak.

“Program ini harus mencakup semua anak, baik yang bersekolah maupun tidak. Pemerintah harus lebih fleksibel dan adaptif agar tidak ada anak yang terabaikan,” tambahnya.

Program MBG bertujuan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Namun, pemerataan akses menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi pemerintah.

Dengan komitmen Presiden Prabowo untuk menyelesaikan implementasi program ini, harapannya tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam upaya peningkatan gizi nasional. (Heli Adam)