Berita

Pasar Hewan Manonjaya Ditutup Sementara Akibat Wabah PMK

TASIKMALAYA, OnNewsOne.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan menutup sementara Pasar Hewan Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Penutupan pasar tersebut dilakukan menyusul peningkatan kasus PMK yang tercatat di 14 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Keempat belas daerah yang terdampak tersebut meliputi Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Bogor, Cirebon, Karawang, Kuningan, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Sumedang, Tasikmalaya, serta Kota Banjar dan Kota Cirebon. Berdasarkan data, terdapat 1.240 hewan ternak yang terjangkit PMK di wilayah tersebut, dengan 53 ekor di antaranya dilaporkan mati.

Suasana Pasar Hewan Manonjaya pada Rabu pagi (15/1/2025), menunjukkan suasana pasar yang biasanya ramai kini tampak sepi. Tidak terlihat adanya aktivitas jual beli, sementara beberapa petugas sibuk melakukan sterilisasi melalui penyemprotan cairan disinfektan di area pasar.

Kepala UPTD Pasar Hewan Manonjaya, Rukmana, mengungkapkan bahwa penutupan pasar berlangsung mulai 14 hingga 27 Januari 2025. Langkah ini diambil berdasarkan instruksi dari pemerintah pusat untuk mencegah meluasnya wabah PMK.

“Kejadian wabah PMK memang terjadi di lapangan, bukan di sini. Namun, penutupan ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Selama penutupan, kami melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan,” ujar Rukmana.

Ia menambahkan, pedagang yang biasa berjualan di pasar tersebut berasal dari berbagai daerah, termasuk Tasikmalaya, sejumlah wilayah di Jawa Barat, serta provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko penyebaran PMK, sehingga penutupan pasar dianggap langkah tepat.

Pemerintah daerah berharap upaya sterilisasi dan penghentian sementara aktivitas di Pasar Hewan Manonjaya dapat membantu memutus mata rantai penyebaran wabah PMK di wilayah Jawa Barat. (HAD)