Berita

Diprediksi, Kebutuhan Sapi Kurban Iduladha 1444 H Di Tasikmalaya Meningkat, Pedagang Waspadai Penyakit LCD / Lato Lato Pada Sapi Kurban

TASIKMALAYA Jawa Barat,onnewsone com –
Masih dua pekan lagi hari Raya Idul Adha atau idul kurban 1444 H akan tiba, namun aktivitas jual beli hewan kurban seperti sapi, kerbau, domba maupun kambing di pasar hewan maupun dipangkalan milik masyarakat sudah mulai ramai, bahkan menurut kepala UPTD PSH Manonjaya kabupaten Tasikmalaya H.Rukmana S.IP baru dua minggu ini sudah ada peningkatan  sebesar 20% yang awalnya 40% sekarang menjadi 60% di PSH Manonjaya

” Iya ada peningkatan Idul adha tahun ini namun baru sekitar 20%, kalau tahun kemarin memang menurun, mungkin karena ada isyu PMK” ujarnya

Menurut H.Rukmana, Jumlah hewan sapi di PSH 400 ekor harga kisaran 24 – 47jt
Harga kerbau dibawah sapi sekitar 20- 32

Senada dengan keterangan kepala UPTD PSH Manonjaya Tasikmalaya, pengusaha jual beli sapi, H Nandang Suryana yang memiliki kandang penyimpanan sapi di Kampung Babakan Pala Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya Jawa Barat mengatakan, memang musim kurban tahun ini di prediksi akan mengalami peningkatan, pasalnya stok sapi kurban yang dia miliki 351 ekor sudah laku 300 ekor tinggal 51 ekor saja yang belum terjual sedangkan hari H masih dua pekan lagi

“Iya saya memiliki stok sapi kurban 351ekor, yang sudah terjual sekitar 300, sisanya belum terjual, konsumen kebanyakan orang sekitar wilayah dekat saja, Penjualan keluar kota juga ada sampai ke Bandung, Banjar. Jadi sudah tidak perlu lagi promosi apa apa, saya jualan sapi sudah dari tahun 2000, sudah memiliki banyak pelanggan” kata H.Nandang.

Ia menambahkan, harga sapi setiap tahunnya mengalami perubahan. Sementara untuk jenis sapi yang disediakan juga bermacam-macam, mulai dari harga Rp20 juta sampai dengan Rp70 juta juga ada, sedangkan  jenis sapi yang dijual diantaranya, sapi Madura, Limosin, dan jenis sapi lainnya.

Disinggung terkait mewaspadai  Penyakit LCD atau lato-lato pada ternak sapi, H.Nandang menegaskan jika hewan kurban sapi yang dijualnya dalam kondisi sehat, tidak ada yang terserang penyakit LCD, “silahkan bisa di cek sendiri,” tegasnya.

Sekedar catatan, menurut beberapa sumber, Penyakit LCD atau lato-lato pada ternak sapi disebabkan karena virus dari keluarga Poxviridae yang menyebar melalui gigitan serangga seperti nyamuk dan lalat.  Sapi yang kena virus tersebut, sekujur tubuh sapi muncul benjolan seperti lato-lato dan bernanah. Sapi dapat terinveksi virus LCD melalui gigitan nyamuk mauput lalat, dengan masa  inkubasi selama 5–14 hari sebelum timbul gejala .

Berikut ini cara Antisifasi menurut beberapa sumber :
1.Jaga kebersihan kandang
2.Hindari nyamuk, Untuk menghidari nyamuk mungkin ada baiknya disebelah kandang dinyalakan api
3.Penyemprotan masal, guna membunuh dan memotong jarin-jaring kehidupan lalat.
4.Minimal sebulan sekali sapi harus dimandikan
5. Pola makan hewan juga sangat perlu diperhatikan, pola makan yang baik membuat imun dari sapi itu sendiri jadi kuat.
6. Mintalah Vaksin pada dokter hewan, untuk pertahanan diri dari virus LCD . Karena pemberian vaksin diberikan kepada sapi yang belum kena, dan sapi dimasa inkubasi
7. Untuk yang sudah kena mintah suntikkan penyembuhan kepada dokter hewan. Agar pelayanan dan pencegahan efektif alangkah baiknya , diadal]kan secara berkelompok, dan serempak
8. Untuk sapi yang sudah kena mungkin ada baiknya di buatkan kandang tersendiri Hal ini untuk menghidari kontak langsung dengan sapi yang belum kena
9. selalu konsultasi kepada dokter hewan, bilamana terjadi hal-hal yang menyebakan hewan menjadi sakit.

onnewsone.com