Berita

Babak Terbaru, Kasus Kematian Bayi Yang Dirawat Di Klinik Alifa Tasikmalaya, Kini Naik Ke Penyidikan

TASIKMALAYA Jawa Barat,onnewsone.com –
Khabar terbaru Kasus dugaan malapraktik yang terjadi di klinik Alifa kota Tasikmalaya dengan korban seorang bayi meninggal setelah dilahirkan di kilinik tersebut, kini sudah naik ketahap penyidikan, hal itu disampaikan oleh penyidik Polres Kota Tasikmalaya melalui surat yang dikirimkan kepada pihak keluarga korban beberapa waktu yang lalu.

Erlangga Surya Pamungkas selaku ayah dari sorang bayi yang diduga meninggal karena malapraktek yang terjadi di klinik A membenarkan hal tersebut,” iya saya sudah menerima surat pemberitahuan hasil penyelidikan dari polresta Tasikmalaya,untuk keterangan lebih jelasnya silahkan konfirmasi kepada Pengacara saya” ujar Erlangga saat ditemui di kediamannya,Selasa (23/4/2024)

Sementara itu kuasa hukum korban, Ir. H.Taufiq Rahman , S.H., M.H., CPCLE. membenarkan hal tersebut, beliau menyebut bahwa pihaknya dan keluarga korban sangat apresiasi atas kinerja Polres Tasikmalaya Kota yang telah menaikkan kasus tersebut ke Tahap Penyidikan. Keluarga korban selama ini telah berjuang cukup melelahkan

Bahkan lanjut H Taufiq, selama kasus ini berjalan banyak teror ke pihak keluarga, diantaranya, makam almarhum bayi yang jadi korban malapraktek, sampai ada yang menghancurkan, begitu juga kakak kandung Erlangga yang bernama Nadia juga ikut di teror dengan berbagai ancaman dan hinaan yang luar biasa hanya karena memperjuangkan keadilan untuk almarhum bayi dan adik iparnya

“Kami berharap tidak ada pihak lain yang melakukan intervensi dalam proses penyidikannya. Begitu juga kami berharap Tim Adhoc yang dibentuk atas nama Undang-undang Kesehatan oleh Dinas kesehatan Kota Tasikmalaya dapat bekerja dengan jujur dan profesional dengan mengedepankan kebenaran dan kepentingan pasien serta perlindungan anak,intinya tidak boleh ada dusta diantara kita, karena Integritas keilmuan dan moralitas menjadi taruhannya.

Lanjut H Taufiq, mengingat perjalanan penanganan perkara tersebut, khususnya adanya teror kepada keluarga korban yang menghendaki agar kasus meninggalnya bayi tersebut tidak berlanjut, serta diduga adanya indikasi Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dan kinerja Tim Adhoc yang dibentuknya kurang fair, diantaranya dalam proses pemeriksaan kasus meninggalnya bayi, juga penanganan Kehamilan, serta proses persalinan nya yang sampai saat ini tidak ada kejelasan hasil kerjanya, maka pihaknya bersepakat untuk meminta bantuan kepada LPSK dan Komnas Perlindungan Anak”. Semoga ada keadilan untuk pasien dan masyarakat miskin”.tutupnya.

onnewsone.com