Berita

Aliansi Mahasiswa Bersatu : Di Tasikmalaya Banyak Permasalah Permasalahan yang Belum Terselesaikan,

TASIKMALAYA Jawa Barat,onnewsone.com –
Tonggak sejarah lahirnya kota tasikmalaya mulai digulirkan Pada tanggal 17 Oktober tahun 2001 melalui Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2001, Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan otonom di tetapkan oleh menteri dalam negeri atas nama presiden RI,demikian yang dikatakan korlap aksi Heru Muhtar saat dikonfirmasi dilokasi.

Heru menyebut, Sesuai dengan ketetapan Undang – Undang No. 10 Tahun 2001 Bahwa wilayah Kota Tasikmalaya memiliki 10 kecamatan dan 69 Kelurahan. Dan pada tanggal 17 Oktober 2023 Kota Tasikmalaya mengijak pada usia 22 tahun, tentu ini usia yang muda bagi berdiri sebuah kota.

Namun dalam hal ini khususnya pemerintah baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif harus menjadi institusi negara yang mempunyai formulasi arah pembangunan
yang jelas secara menyeluruh mulai dari aspek insfrastruktur maupun suprastruktur. Jangan sampai kota Tasikmalaya yang digadang gadangan menjadi kota jasa indrustri tidak terwujud, karena kita ketahui kota
Tasikmalaya sebagai salah satu kota yang mempunyai heterogenitas unik dalam kehidupan masyarakatnya.

Namun dengan adanya kehidupan masyarakat yang heterogen ini menjadi sebuah problem serius pada saat ini, kerena kurangnya peran serta fungsi dari institusi pemerintah terkait gagalnya menjawab segala perkembangan zaman. pihak pemerintah kota yang saat ini dipimpin oleh PJ walikota Dr. Cheka
Virgowasyah, ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim, Dan Polres Tasikmalaya kota AKBP Zaenal Abidin Sy, diduga tidak menjalankan amanah yang seharusnya mereka lakukan, karena meraka tidak mampu membawa kota
Tasikmalaya ini ke arah yang lebih baik, ungkap Heru.

“Iya makanya kami menilai dalam hal ini kota Tasikmalaya tidak akan mampu
bersaing dengan kota/kab yang ada di jawa barat atau bahkan priangan timur. Jika para pemangku kebijakannya masih di pimpin oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab,maka dalam Momentum Hari Milangkala Kota Tasikmalaya yang ke 22 tahun ini. Kami dari element mahasiswa ingin merefleksikan sejauh mana peran kehadiran pemerintah di tengah kondisi multikrisis yang terjadi?,

“Kami menilai bahwa momentum ini hanya sebatas ceremony saja, dan tidak ada sedikitpun dari para pemangku kebijakan merumuskan ide atau gagasan yang berilian untuk kemajuan kota Tasikmalaya. Jangan hanya dinikmati oleh segelintir orang saja namun harus ada dampak domino yang
terasa oleh seluruh warga kota Tasikmalaya, karena bagaimana pun pemerintah harus mampu menganalisa, menciptakan iklim sosial, ekonomi, Pendidikan, jangan malah bertambah banyaknya gelandangan jalan, manusia silver yang biasa itu usia produktif anak anak, yang menjadi bukti bahwa kota Tasikmalaya ini masih jauh dari kemapanan dan kejahteraan,

Kemudian yang kedua lanjut Heru, adalah permasalahan mengenai lingkungan, mulai dari tidak seriusnya pemerintah dalam mengelola sampah, rusaknya bukit bukit karena banyak tambang liar yang tidak beizin, pembangunan
Infrastruktur yang tidak sesuai dengan kebutuhanya dan permasalahan sengketa pertanahan yang seolaolah dimonopoli dalam pelaksanaan program – program kerjanya.

Selanjutnya,dalam hal Pendidikan pun masih carut marut dengan banyaknya ketidakjelasan regulasi” yang menghambat untuk pengembangan, ke efektifan, serta ke efesiensian para tenaga pengajar dalam wewenangnya untuk upaya membangun dan memajukan dunia Pendidikan di kota Tasikmalaya

“jika terus seperti ini tanpa adanya
perhatian khusus, bagaimana kedepanya indeks pembangunan manusia dikota Tasikmalaya akan maju dan berkembang” sambungnya.

“Kami menilai bahwa pihak aparat penegak hukum institusi kepolisian dan satpol PP tidak mampu menjalakan supremasi hukum yang jelas, juga kami mendesak pemerintah kota Tasikmalaya dalam melakukan rotasi mutasui harus mengutamakan orang yang seusuai dengan disiplin ilmu dan kompetensinya demi mewujudkan good government di kota Tasikmalaya”

Selain itu, permasalahan yang terjadi di kota Tasikmalaya yakni terkait dengan degradasinya moral dengan maraknya judi online, berandalan motor,sampai pembegalan,

Lalu carut marutnya Kesehatan di kota Tasikmalaya juga sudah menjadi rahasia umum perlu ada perbaikan atau tindakan konkret dari pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya di kota Tasikmalaya

Kemudian hal yang tak kalah penting yang harus di amati adalah rencana pembangunan yang akan di laksanakan di kota Tasikmalaya.
perlu pengawasan dan kajian mendalam perihal rencana pembangunan tersebut

Masih menurut Heru, di Tasikmalaya banyak permasalah permasalahan yang yang terselesaikan, itu hanya beberapa permasalah yang menjadi peran besar untuk lembaga pemerintah baik ekskutif, legilatif dan yudikatif.

“Mari kita jadikan momentum hari jadi kota Tasik ini dengan merefleksikan, memikirkan dan bergerak dalam menjawab beberapa persoalan di kota Tasikmalaya,”tutupnya.

onnewsone.com