TASIKMALAYA, OnNewsOne.com – Menjelang perayaan Imlek yang akan jatuh pada 29 Januari 2025, rumah produksi kue keranjang di Jalan Selakaso, Kota Tasikmalaya, mulai dipenuhi pesanan.
Tempat produksi yang telah berdiri sejak 1950 ini kembali menjadi pilihan warga, baik dari kalangan Tionghoa maupun masyarakat umum.
Pengelola rumah produksi, Hom Sen, mengungkapkan bahwa pesanan sudah mulai masuk meskipun perayaan Imlek masih 11 hari lagi.
“Pesanan sudah banyak sejak beberapa hari lalu. Biasanya puncak permintaan terjadi dua hingga empat hari sebelum Imlek,” ujarnya, Sabtu (18/1/2025).
Kue keranjang, yang terbuat dari tepung ketan dan gula putih, dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogram. Kudapan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Imlek dan banyak dicari karena cita rasanya yang khas.
“Dulu, proses pembuatan kue ini manual, tapi sekarang lebih cepat karena sudah menggunakan mesin. Setelah dibuat, kue disimpan selama 1-2 hari agar teksturnya sempurna,” tambahnya.
Hom Sen juga menjelaskan bahwa pelanggan memiliki preferensi berbeda terkait tekstur kue keranjang. Ada yang menyukai kue lembek karena lebih legit, sementara yang lain memilih kue keras karena lebih mudah dipotong.
Di tengah meningkatnya permintaan, Hom Sen mengaku menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku seperti tepung ketan dan gula putih. Meski begitu, ia berkomitmen menjaga kualitas kue keranjang yang telah diproduksi keluarganya selama lebih dari 70 tahun.
“Walaupun harga bahan naik, kami tetap mempertahankan rasa dan kualitas produk,” tegasnya.
Rumah produksi kue keranjang ini terus menjadi pilihan utama warga Tasikmalaya dan sekitarnya, menjaga tradisi Imlek yang telah berlangsung turun-temurun. (HAD)









