BANJAR, OnNewsOne.com – Sebuah kisah menarik terjadi di Lingkungan Pangadegan, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Sepeda motor yang sempat hilang ditemukan warga dalam kondisi tertutup dedaunan di tengah kebun jati, setelah beberapa hari menghilang. Kini, motor tersebut kembali ke tangan pemiliknya.
Motor matic berplat nomor Z 3659 TF itu ditemukan pada Senin (13/1/2025) pagi oleh seorang warga yang sedang mencari rumput. Lokasi penemuan cukup jauh dari jalan raya, menambah keunikan kisah ini.
Ketua RT 03, Soleh Solehudin, menceritakan kronologi penemuan motor tersebut.
“Warga melapor ke saya, katanya ada motor di kebun jati, pagi-pagi sekitar jam 8 ditemukan tergeletak begitu saja. Sore harinya, motor masih ada di lokasi,” kata Soleh.

Motor ditemukan dalam kondisi mencurigakan tertutup dedaunan dan dengan kunci kontak yang sudah rusak. Soleh menduga motor tersebut telah ditinggalkan selama beberapa hari.
“Dilihat dari banyaknya semut yang bersarang di motor, sepertinya sudah tiga atau empat hari di sana,” ungkap Soleh.
Setelah motor dievakuasi, Soleh segera mengunggah informasi penemuan tersebut di media sosial. Upaya itu berhasil menarik perhatian Rastum, pemilik motor, yang langsung datang untuk memeriksa setelah mendapat informasi dari teman-temannya.
“Awalnya saya pasrah karena motor hilang tanggal 30 Desember lalu di sawah Cogreg. Belum sempat lapor ke polisi, eh ternyata motor ditemukan warga,” ujar Rastum.
Rastum bercerita, ia kehilangan motornya sekitar pukul 16.30 WIB saat sedang bekerja di sawah. Saat hendak pulang, ia mendapati motornya yang diparkir di pinggir sawah sudah raib.
“Saya sempat mencari dengan bertanya ke teman-teman, tapi tidak ada hasil. Baru tadi sore dapat kabar dari media sosial kalau motor ada di Pangadegan,” katanya.
Setelah mencocokkan nomor rangka dan STNK, Rastum memastikan bahwa motor tersebut adalah miliknya. Ia pun tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada warga Pangadegan.
“Saya sangat berterima kasih kepada warga yang telah mengamankan motor ini. Semoga kebaikan mereka dibalas,” ujarnya penuh syukur.
Kisah ini menjadi bukti solidaritas warga Pangadegan. Melalui inisiatif mereka, motor yang sempat hilang akhirnya kembali ke pemiliknya. Selain itu, peran media sosial juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk membantu masyarakat.
Kini, Rastum dapat kembali menggunakan motornya, sementara warga Pangadegan tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan di sekitar mereka. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama dan kepedulian antarwarga dalam menjaga keamanan lingkungan. (HAD)








