TASIKMALAYA Jawa Barat,onnewsone.com –
Beberapa hektar sawah hampir serempak gagal panen di kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya karena di serang hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) atau yang disingkat WBC. Kondisi batang tanaman padi tersebut berwarna coklat ada bintik kehitam hitaman sehingga kering sampai ke daun dan bagian buah hingga kondisi padi seperti yang terbakar.
Informasi di himpun onnewsone.com dari beberapa orang petani di kp.Ciwaas Depok 1 dan depok 2 kelurahan Sukahurip kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, dimana lahan sawah yang luasnya 2 hektar lebih, gagal panen dengan kondisi tanaman padi mengerikan.

Ibu Beti Rubae”ah (64) dan Ubad (73) adalah 2 diantara buruh tani dengan sawah sewaan milik orang lain, selebihnya banyak petani yang mengalami gagal panen dilokasi sawah yang berbeda. Mereka menjelaskan, bahwa gagal panen musim ini total dan sungguh sangat merugikan para petani, hingga menurut mereka kemungkinan dimusim tanam selanjutnya tidak bisa bertani lagi karena faktor biaya.
Ibu Beti mengaku, saat melihat kondisi tanaman padi seperti itu beliau dan suaminya menangis karena bingung untuk membayar bekas biaya bertani darimana, karena padi tidak bisa di panen. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk mencegah hama tersebut hanya di semprot oleh cairan anti nyamuk baygon, itu beliau bilang inisiatif sendiri, karena penyuluh pertanian atau dari pihak dinas tidak ada ngontrol kelapangan, padahal hama tersebut menyerang sejak usia tanam sudah 2 bulan.
“Saya ini pak ya, 500 bata gagal panen dengan menghabiskan biaya 7 juta rupiah, dan biaya itu didapat dari hasil pinjam sebagian, sedangkan, dari luas keseluruhan hanya dapat padi 75kg dan jadi beras 40kg, kami berinisiatif sendiri menyemprot hama dengan cairan baygon, karena tidak ada penyuluh dari pertanian ke lapangan”, katanya sambil berurai air mata”.Minggu ( 2/6/2024 )
Senada yang dikatakan Ibu Beti, puluhan petani yang lainnya pun sama tanaman padinya terserang hama, dan menyebut di musim ini mereka sangat prihatin, dan mengharap kepedulian dari pemerintah melalui dinas pertanian, minimal melihat, ngasih solusi apalagi jika sampai memberi bantuan.
“Iya pokonya prihatinlah, kegagalan panen karena hama kali ini baru terjadi lagi sejak puluhan tahun yang lalu, kami mempertanyakan kepedulian dari pemerintah, kemana saja saat tanaman padi kami terserang hama, tidak seorangpun petugas yang datang kepada kami “, tutupnya.
onnewsone.com







