TASIKMALAYA Jawa Barat,onnewsone.com –
Dua belas orang, harus mendapat perawatan dan 6 orang meninggal, dari 632 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, hal ini meningkat sejak bulan Januari hingga Mei, disebabkan musim pancaroba.
Dijelaskan Direktur RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Budi Tirmadi, bahwa pergantian musim El Nino ke hujan yang terjadi tahun ini, menyebabkan meningkatannya kasus tiga kali lipat, terutama nyamuk aedes aegipty atau demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang berbagai usia. Namun, untuk anak-anak usia 0-9 tahun tercatat ada 200 kasus, 9-18 tahun ada 162 kasus dan 6 orang meninggal dunia.
“Kalau melihat kasus DBD yang terjadi setiap tahunnya memang paling banyak didominasi oleh anak-anak. Karena, virus yang masuknya itu lebih cepat, petugas selalu berupaya maksimal,” kata dr Budi, saat ditemui dikantornya, Jumat (17/5/2024)
Dalam himbauannya dr.Budi mengatakan, pihaknya meminta agar masyarakat tetap selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M) dan pemberantasan sarang nyamuk serta menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS). “Masyarakat harus tetap waspada yakni membersihkan lingkungan sekitar,” tutupnya.
onnewsone.com







