Berita

Dipadati Pengunjung Ngabuburit, Jl Lingkar Utara (JB) Arah Ciamis Macet, Ada Pengguna Jalan Yang Komplain

TASIKMALAYA Jawa Barat,onnewsone.com
Ngabuburit adalah sudah menjadi tradisi yang umumnya dilakukan oleh orang muslim saat bulan puasa, artinya jalan-jalan sore menunggu  waktu berbuka puasa.

Beberapa titik tempat ngabuburit dikota Tasikmalaya ramai dikunjungi namun tahun ini menurut pantauan tim onnewsone.com pengunjung hampir tumpah ke lokasi jalan baru lingkar utara dikecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya.

Hampir sepanjang jalan tersebut disinggahi oleh orang yang ngabuburit, otomatis para pedagang jajanan juga hadir mewarnai keramaian tersebut, namun sayangnya dijalan lingkar utara dibagian wilayah Kp Cimerak Kelurahan Sukaasih kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya lebih tepatnya di perempatan Cimerak menuju arah Ciamis jalan ditutup, akhirnya kepadatan pengunjung membeludak dan arus lalulintas macet terutama kendaraan yang akan menuju Ciamis.

” Ini jalan dibuat dengan biaya puluhan milyar untuk akses lalulintas atau dibuat untuk pasar dadakan, hingga kendaraan yang mau lewat kearah Ciamis tersendat” ujar Ali seorang warga Kecamatan Purbaratu.

Bahkan kata Ali ini bisa disebut semena-mena, walaupun misalkan ada izin tapi bisakah berfikir yang berwenang pemberi izin pasar dadakan di badan jalan tersebut tentang imbasnya” ngabuburitnya boleh, berdagangnya boleh, tapi tidak usah dibadan jalan dan menutup akses jalan” tambah Ali.

Sementara itu Kepala kecamatan Purbaratu Yogi Subarkah saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon menyebut bahwa tidak ada yang meminta izin kekecamatan dan juga pihak kecamatan tidak ada otiritas untuk hal tersebut.”Teu Aya ijin kang ka kecamatan mah ..n teu aya otoritas kanggo masihan ijin masalah Eta..( tidak ada izin kekecamatan,dan tidak ada otoritas untuk memberi izin masalah itu -red)

Dihari kedua ngabuburit tim mencoba lagi mendatangi lokasi dan berhasil mewawancarai satu orang dari beberapa penjaga pemblokiran jalan tersebut, dia mengatakan memang jalur yang arah keciamis disatu arahkan dulu sementara selagi ngabuburit berlangsung mulai dari sekitar jam 15.00 WIB sampai selesai sekitar magrib, “jadi tidak di tutup sepanjang hari” ujarnya.

Selain mewawancarai petugas penjaga, onnewsone juga berhasil menghimpun informasi dari beberapa orang pemilik stand yang mengatakan bahwa para pedagang yang berjualan di jalan lingkar utara tersebut bayar. “Iya ada panitianya, jadi kalau mau ikut jualan ada biaya” ujar pedagang yang tidak mau disebut namanya.

Namun pedagang tersebut saat ditanya terkait besarnya biaya stan tersebut, mereka malah diam alias tidak menjawab, ” kepanitia saja nanya nya biar jelas” pungkasnya.

onnewsone.com