TASIKMALAYA Jawa Barat,onnewsone.com –
Buntut dari Kasus narkoba yang menjerat pejabat dan ASN Pemkot Tasikmalaya kepala BNN dituntut mundur jika tidak menjalankan tugasnya dengan baik, demikian ini dikatakan oleh aktivis serikat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dilakukan di Kantor BNN Kota Tasikmalaya pada kemarin
“Kami menuntut BNN harus melakukan tes urin di lingkungannya sendiri dan terhadap ASN di Pemkot Tasikmalaya. Kemudian melakukan upaya pencegahan peredaran narkoba. Jika tidak bisa, kami menuntut Kepala BNN dicopot dari jabatannya,” kata para pendemo saat membacakan tuntutannya.
Sedangkan kepala BNN Tasikmalaya Iwan Kurniawan saat menemui pendemomenjelaskan, bahwa untuk pelaksanaan tes urin saat ini mekanismenya harus dikoordinasikan dengan lembaga atau instansi yang melakukan,
“Aturannya kini BNN hanya membantu, pengadaan tes urin oleh instansi terkait,” tegasnya.
Lalu kelompok mahasiswa yang lainnya berorasi di Balekota, mereka juga menyuarakan keprihatinan atas kasus narkoba yang menjerat pejabat dan ASN di Pemkot Tasikmalaya. Mereka menuntut agar Pemkot Tasikmalaya serius menyikapi kejadian yang memalukan ini, dan wajib melakukan tindakan tegas bagi ASN yang terbukti menggunakan narkoba.
“Pemkot melalui PJ, harus tegas memberikan sanksi terhadap ASN pengguna narkoba. Sekaligus melakukan tes urin kepada seluruh ASN,” kata demonstran.
Sementara, Pj Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah merespons para mahasiswa, PJ mengajak untuk bersama sama menjaga ASN kota Tasikmalaya tidak terjerumus narkoba
“Saya berterima kasih, ini aspirasi positif. Kita semua sayang Tasikmalaya, mari kita jaga bersama-sama agar ASN Kota Tasikmalaya tidak terjerumus narkoba,” kata Cheka.
Lalu menurut ketua Lembaga Advokasi kebijakan Publik (LAKIP), Ir H.
Taufiq Rahman SH.MH. CPCLE, sekaligus sebagai ketua Tim Advokat Firma Hukum Trah mengatakan, dalam hal ini seperti ada kejanggalan pola komunikasi publik dan koordinasi antara Polda Jabar, Polresta Tasikmalaya dan BNN Kota Tasikmalaya .
Dalam satu rilis pemberitaan dari Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo, terkait dugaan keterlibatan AA dalam penyalahgunaan sabu-sabu menyatakan pelaku yang hasil urinnya positif sabu harus di rehabilitasi di BNN Tasikmalaya,
Lalu, menurut pemberitaan di berbagai media massa menyebutkan hasil pemeriksaan satnarkoba Polresta Tasikmalaya dan hasil tes urin, Tak hanya AA, tiga ASN lainnya juga dinyatakan positif menggunakan sabu-sabu. Yakni FR dan TS pegawai Bappelitbangda serta AN, pegawai kelurahan di Kecamatan Cibeureum.
Atas hal tersebut, pimpinan BNN Tasikmalaya seolah tidak tahu atau tidak mau tahu atas pemberitaan yang sangat gencar di media massa terkait PNS nyabu dan BNN berdalih belum mengetahui apakah pejabat tersebut benar-benar positif narkotika jenis sabu atau belum, karena belum ada laporan dari kepolisian sama sekali sampai sekarang.
Disisi lain pimpinan BNN Tasikmalaya dengan entengnya menyatakan mengaku belum bisa berkomentar karena belum ada koordinasi dari pihak yang bersangkutan.
Semua dalih BNN Kota Tasikmalaya tersebut menjadi lucu karena dalam struktur organisasi BNN Kota Tasikmalaya Sub Koordinator Pemberantasan yang meliputi Pemetaan Jaringan, Analisis Intelejen Produk Pratama, pengadministrasian seksi pemberantasan justru dipegang oleh aparat Kepolisian yang di BKO kan di BNN Kota Tasikmalaya.
Hal ini menimbulkan kecurigaan atas sesuatu yang terjadi di lingkaran BNN Kota Tasikmalaya atau adanya ketidakpercayaan BNN Kota Tasikmalaya ke Polda Jabar dan Polresta Tasikmalaya.
“Inilah yang mungkin menjadi misteri yang sedikit terkuak kenapa malah Polda Jabar yang harus turun tangan di tahap awal.
Misteri apakah yang sebenarnya sedang terjadi sehingga harus saling lempar tanggung jawab dan sebagian ditangkap dan yang lainnya tidak ditangkap ? Jangan-jangan jaringan narkoba atau penyalahgunaan narkoba sudah membelit ke mana-mana atau banyak yang bermain mata atau saling tersandera. Jika hal ini yang terjadi maka sungguh sangat memprihatinkan”
“Dan ada baiknya kita tunggu episode selanjutnya dari gebrakan Polresta Tasikmalaya. Semoga tidak antiklimaks” papar H Taifiq
onnewsone.com







